Selasa, 03 November 2015

Bandara Silampari Sudah Beroperasi, Lubuklinggau-Jakarta PP 2 kali Penerbangan


Momen lebaran menjadi momen penting buat semua orang untuk kumpul-kumpul keluarga. Termasuk gue, momen itu menjadi sangat penting karena setelah kuliah gue selesai gue, disuruh balik ke Lubuklinggau sampai tulisan ini gue buat, gue masih di sini.

Teman-teman, keluarga, dulur-dulur semua pada pulang dari tempat perantauannya. Ada yang pakai transportasi darat seperti kereta api dan bus antar propinsi. Ada juga yang menggunakan transportasi udara dengan pesawat terbang.

Cukup menguras tenaga memang kalau menggunakan transportasi darat. Kalau berada di luar pulau jawa, paling cepat 1 hari 1 malam akan tiba di Lubuklinggau. Beda halnya dengan menggunakan pesawat terbang. Tentu saja dengan hitungan jam sudah tiba saja di tempat tujuan, Lubuklinggau.

Dengan walikota baru Lubuklinggau sekarang, transportasi udara di Lubuklinggau menjadi aktif kembali. Untuk tujuan Lubuklinggau – Jakarta PP (Pulang Pergi) dilakukan 2 kali penerbangan, pagi dan sore.

Untuk ke Lubuklinggau ada dua jalur transportasi udara yang bisa digunakan dan lebih cepat sampai. Jalur pertama tentu saja dari Jakarta ke Lubuklinggau langsung. Untuk sementara maskapai yang beroperasi baru Nam Air. Jalur kedua melalui bandara Bengkulu. Di sini Anda bisa menggunakan maskapai yang berbeda seperti Garuda atau Sriwijaya. Namun untuk ke Lubuklinggau harus menempuh perjalanan 4 jam lagi.

Dulu waktu gue masih sekolah, Bandara Lubuklinggau sering digunakan buat ngetrek atau balap liar atau kebut-kebutan para pemuda. Karena belum ada fasilitas trek balap, satu-satunya tempat yang aman dan bagus adalah lintasan pesawat yang panjangnya hingga ratusan meter. Kiri dan kanan lintasan masih hutan tanam masyarakat sehingga tidak banyak yang lihat aktifitas balap liar.

Seiringnya waktu, dengan walikota baru, Bapak Prana Putra Sohe, Putra daerah asli Lubuklinggau, Lubuklinggau menjadi kota yang berkembang dan aktifitas ekonomi menjadi bergairah. Lalu lalang masyarakat yang menggunakan transportasi udara menjadi meningkat. Investor yang masuk banyak dengan ditandai banyaknya supermarket ukuran gede, seperti JM Supermarket,yang berdiri di Lubuklinggau serta beberapa toko retail ternama juga dibuka disini, seperti Indomaret dan Alfamart.

Tiba setelah lebaran tentu sanak saudara gue mau balik lagi ke tempatnya masing-masing, karena mereka ada yang kuliah di Jogja, ada juga yang kerja di Bandung. Jadi, ceritanya gue ikut ngantar ke Bandara. Ternyata gue tiba duluan karena gue pakai motor sendiri dan nggak bawa barang-barang.

Yang gue lihat, bandara sekarang lebih rapi dari pada terakhir kali gue ke bandara buat terbang tujuan Jogja. Karena gue nggak hapal nama ilmiah tempat-tempat di bandara, jadi gue sebutin apa adanya aja.

Gedung tempat check ini sudah berpindah dari tempat sebelumnya. Gedungnya juga sudah gede.  Penumpang yang tiba di Lubuklinggau juga sudah memiliki pintunya sendiri dan ruangan yang gede juga. Namun karena masih dalam tahap pengembangan, lingkungan bandara masih berupa tanah merah karena kantor-kantor belum semua dibangun.

Gue juga bisa lihat pesawat dari balik pagar kawat. Sekali lagi maklum karen masih dalam tahap pengembangan. Tiba sanak saudara gue sudah mau take off. Banyak para pengantar yang melihat pesawat lepas landas pergi menjauhi tanah Lubuklinggau.

Gue sempat abadikan foto saat gedung dan situasi lingkungan sekitar bandara beberapa bulan yang lalu. Tentu saat tulisan ini dibuat mungkin sudah ada yang berubah. Gue sempat juga tegur sama satpam bandara pa foto, tapi gue bilang fotonya buat ngisi blog gue. Gue juga ambil diem-diem setelah teguran itu. Ini penampakannya.


Tempat check in penumpang

Pesawat sedang menunggu penumpang

Pengantar menunggu pesawat take off



Tidak ada komentar:

Posting Komentar