Momen
lebaran menjadi momen penting buat semua orang untuk kumpul-kumpul keluarga. Termasuk
gue, momen itu menjadi sangat penting karena setelah kuliah gue selesai gue, disuruh
balik ke Lubuklinggau sampai tulisan ini gue buat, gue masih di sini.
Teman-teman,
keluarga, dulur-dulur semua pada pulang dari tempat perantauannya. Ada yang
pakai transportasi darat seperti kereta api dan bus antar propinsi. Ada juga
yang menggunakan transportasi udara dengan pesawat terbang.
Cukup
menguras tenaga memang kalau menggunakan transportasi darat. Kalau berada di
luar pulau jawa, paling cepat 1 hari 1 malam akan tiba di Lubuklinggau. Beda
halnya dengan menggunakan pesawat terbang. Tentu saja dengan hitungan jam sudah
tiba saja di tempat tujuan, Lubuklinggau.
Dengan
walikota baru Lubuklinggau sekarang, transportasi udara di Lubuklinggau menjadi
aktif kembali. Untuk tujuan Lubuklinggau – Jakarta PP (Pulang Pergi) dilakukan
2 kali penerbangan, pagi dan sore.
Untuk
ke Lubuklinggau ada dua jalur transportasi udara yang bisa digunakan dan lebih
cepat sampai. Jalur pertama tentu saja dari Jakarta ke Lubuklinggau langsung.
Untuk sementara maskapai yang beroperasi baru Nam Air. Jalur kedua melalui
bandara Bengkulu. Di sini Anda bisa menggunakan maskapai yang berbeda seperti Garuda
atau Sriwijaya. Namun untuk ke Lubuklinggau harus menempuh perjalanan 4 jam
lagi.
Dulu
waktu gue masih sekolah, Bandara Lubuklinggau sering digunakan buat ngetrek
atau balap liar atau kebut-kebutan para pemuda. Karena belum ada fasilitas trek
balap, satu-satunya tempat yang aman dan bagus adalah lintasan pesawat yang
panjangnya hingga ratusan meter. Kiri dan kanan lintasan masih hutan tanam
masyarakat sehingga tidak banyak yang lihat aktifitas balap liar.
Seiringnya
waktu, dengan walikota baru, Bapak Prana Putra Sohe, Putra daerah asli
Lubuklinggau, Lubuklinggau menjadi kota yang berkembang dan aktifitas ekonomi
menjadi bergairah. Lalu lalang masyarakat yang menggunakan transportasi udara
menjadi meningkat. Investor yang masuk banyak dengan ditandai banyaknya
supermarket ukuran gede, seperti JM Supermarket,yang berdiri di Lubuklinggau
serta beberapa toko retail ternama juga dibuka disini, seperti Indomaret dan
Alfamart.
Tiba
setelah lebaran tentu sanak saudara gue mau balik lagi ke tempatnya
masing-masing, karena mereka ada yang kuliah di Jogja, ada juga yang kerja di
Bandung. Jadi, ceritanya gue ikut ngantar ke Bandara. Ternyata gue tiba duluan
karena gue pakai motor sendiri dan nggak bawa barang-barang.
Yang
gue lihat, bandara sekarang lebih rapi dari pada terakhir kali gue ke bandara
buat terbang tujuan Jogja. Karena gue nggak hapal nama ilmiah tempat-tempat di
bandara, jadi gue sebutin apa adanya aja.
Gedung
tempat check ini sudah berpindah dari tempat sebelumnya. Gedungnya juga sudah
gede. Penumpang yang tiba di
Lubuklinggau juga sudah memiliki pintunya sendiri dan ruangan yang gede juga.
Namun karena masih dalam tahap pengembangan, lingkungan bandara masih berupa
tanah merah karena kantor-kantor belum semua dibangun.
Gue
juga bisa lihat pesawat dari balik pagar kawat. Sekali lagi maklum karen masih
dalam tahap pengembangan. Tiba sanak saudara gue sudah mau take off. Banyak
para pengantar yang melihat pesawat lepas landas pergi menjauhi tanah
Lubuklinggau.
Gue
sempat abadikan foto saat gedung dan situasi lingkungan sekitar bandara
beberapa bulan yang lalu. Tentu saat tulisan ini dibuat mungkin sudah ada yang
berubah. Gue sempat juga tegur sama satpam bandara pa foto, tapi gue bilang
fotonya buat ngisi blog gue. Gue juga ambil diem-diem setelah teguran itu. Ini
penampakannya.
![]() |
| Tempat check in penumpang |
![]() |
| Pesawat sedang menunggu penumpang |
![]() |
| Pengantar menunggu pesawat take off |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar